Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email
Tampilkan postingan dengan label cara cepat kaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cara cepat kaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 April 2016

Masih Zaman Naskah Ditolak Penerbit?

Unknown
Kini Ada Cara Baru Terbitin Buku Anti Ribet



Hai,
Penerbit Online yang baru-baru ini hits banget diomongin sama penulis-penulis di Kompasiana, Wattpad, dan Instagram ini namanya Guepedia. Kenalan yuk..

Apasih Guepedia? Guepedia.com adalah perusahaan yang bergerak di bidang Penerbit Online atau On Publisher. Guepedia.com merupakan tempat yang tepat untuk mempertemukan penulis dengan pembaca guna menyediakan apa yang mereka butuhkan, yaitu sebagai penulis yang membutuhkan wadah menerbitkan buku dengan cara yang lebih mudah dan ekonomis, sedangkan pembaca membutuhkan buku-buku berkualitas dan mudah terjangkau. Di sinilah kami berperan untuk menjembatani kebutuhan penulis dan pembaca.

Jika berbicara tentang penulis, salah satu impiannya adalah menerbitkan tulisannya. Penulis akan merasa bangga dan puas jika karyanya telah lahir dalam bentuk buku, dan termotivasi untuk bisa menghasilkan karya yang lebih baik lagi.Tapi setiap impian para penulis tersebut biasanya terhenti pada sebuah titik. NASKAH DITOLAK PENERBIT. Sebuah hal yang harus mereka terima dengan lapang dada. Bahkan beberapa penulis sering menanyakan pada diri mereka sendiri “Kenapa naskah saya ditolak?” “Apa naskah saya kurang menarik?” “Apa naskah saya kurang berbobot?.”

Eits, tenang... penulis-penulis yang naskahnya terhambat oleh “penolakan” kini menemui solusinya. Pasalnya telah hadir penerbit Online yang bernama Guepedia, satu-satunya penerbit online yang tidak mengenal kata “TOLAK NASKAH” selagi naskah tersebut tidak mengandung  SARA, porno, dan bukan hasil plagiat. Guepedia ingin menjembatani penulis-penulis yang tidak terangkul oleh penerbit konvensional, untuk tetap dapat menerbitkan karyanya.  Proses penerbitannya juga mudah dan gratis, cukup buat akun di guepedia.com dan upload naskahmu di sana.

9 Keuntungan Nerbitin Buku di Guepedia.com:
- Banyak gratisnya
- Gratis pembuatan cover bagi penulis yang belum memiliki cover buku
- Naskah memasuki tahap editing sebelum terbit
- Dapat ISBN
- Dipromosikan ke berbagai marketplace online
  (Tokopedia, Bukalapak, MatahariMall,   Guepedia, Lazada, Elevenia, dll)
- Dijual versi ebook di GooglePlay Store
- Royalti 10% per buku yang terjual
- Sistem laporan penjualan yang transparan dapat dilihat melalui akun penulis
- Buku selalu ready stock
                                              
Untuk info lebih lanjut bisa hubungi melalui no. telp/sms: 0812 8760 2508 atau melalui email guepedia@gmail.com.

Naskahmu ditolak penerbit? Guepedia always by your side J

Selasa, 29 Maret 2016

J.K Rowling Posting Surat Penolakan dari Penerbit: Jebakan untuk Mengungkap Sisi Lain Penerbit

Unknown


J.K Rowling Posting Surat Penolakan dari Penerbit:
Jebakan untuk Mengungkap Sisi Lain Penerbit

Baru-baru ini netizen diramaikan dengan foto surat penolakan dari penerbit yang diposting oleh penulis mega best seller serial novel Harry Potter, J.K Rowling. Rupanya J.K Rowling mencoba menginspirasi para penulis dengan cara yang berbeda. J.K Rowling mencoba mengajukan naskah dengan mengubah identitasnya. 

Maksud hati ingin menyampaikan bahwa seluruh buku yang dipublish penerbit dilihat dari isi yang berkualitas, namun melenceng dari ekspektasinya. Ketika ia memakai nama penulis lain, Robert Galbraith, untuk novelnya The Cuckoo's Calling, kenyataannya justru malah ditolak oleh penerbit. 

Penerbit yang menolak karyanya tersebut antara lain penerbit Constable & Robinson dan penerbit Creme de la Crime

Salah satu kicauannya, berasal dari penerbit yang bernama Constable & Robinson. Surat tersebut mengatakan novel 'The Cuckoo's Calling' tidak bisa diterbitkan secara komersil.

Di surat kedua, Rowling mem-posting surat penolakan dari penerbit Creme de la Crime. Penerbit yang menjadi bagian dari Severn House Publishers itu secara tegas mengatakan tidak dapat mempublikasikan buku Galbraith.

Alih-alih demi menginspirasi para penulis agar percaya diri dan berani berkarya dalam menerbitkan novel, justru memperlihatkan kejutan yang berbeda. Novel J.K Rowling yang diterbitkan dengan menggunakan nama penulis lain, ditolak dengan alasan “tidak dapat diterbitkan secara komersil.” Hingga akhirnya 'Calling The Cuckoo' diterbitkan oleh Sphere Books yang merupakan cabang dari penerbit Little, Brown & Company. Bukunya terjual sekitar 1500 eksemplar sebelum identitas Rowling terungkap di surat kabar Sunday Times.

Dari sini dapat kita lihat bahwa “ketenaran” menjadi klasifikasi utama dalam awal mula penyeleksian naskah, tak peduli bagaimana isinya, tapi siapa penulisnya. Apakah 'Calling The Cuckoo' memiliki kualitas naskah yang buruk? Sama sekali tidak. Selain karena kita tidak meragukan kemampuan J.K Rowling dalam mengolah aksara, terbukti dari penjualan awal buku tersebut yang mencapai 1500 eksemplar, yang membuktikan bahwa buku tersebut diminati pembaca.

Dengan cara J.K Rowling seperti ini, secara tidak langsung kita dapat melihat sisi lain yang dimiliki penerbit dan berhenti bertingkah naif pada setiap penerbit, bahwa hanya penulis-penulis yang sudah tenar lah yang menjadi salah satu pertimbangan mereka dalam menerima naskah, dengan sedikit mengesampingkan kualitas naskah tersebut.

Berbeda dengan penerbit-penerbit di atas, Guepedia justru memiliki sistem lain. Guepedia adalah penerbit online yang tidak pernah menolak naskah, selagi naskah tersebut tidak mengandung SARA, Pornografi, dan bukan hasil menjiplak karya orang lain, karena kami percaya penulis di Indonesia memiliki potensi yang luar biasa, dan kami ingin menjadi media yang menjembatani mereka dalam berkarya, termasuk anda.

Jadi tunggu apalagi? Masih mau buang waktu untuk menyimpan naskahmu di balik layar laptop/komputer aja? Yuk terbitin naskahmu di Guepedia.

More info, cek guepedia.com ya J

Kamis, 24 Maret 2016

Promo Free Book Tinggal Seminggu Lagi!

Unknown

Promo Free Book Tinggal Seminggu Lagi!


Selamat merayakan long weekend, semua..
Pasti kalian sedang merencanakan mau kemana atau ngapain di long weekend kali ini kan?
Mau nge-trip bareng sahabat? Atau jalan-jalan ke mall? 
Kuliner bareng keluarga? 
Atau istirahat di rumah saja? 
Atau kamu mau ngelanjutin naskah novelmu  yang belum sampai ending?
Eits, jangan lupa ya, promo free book untuk penulis yang menerbitkan naskah periode Februari s/d Maret 2016 tinggal sebentar lagi. 7 days left. Promo berlaku bagi pengiriman naskah sampai pada tanggal 31 Maret 2016, pukul 00:00 WIB.
Ayo kirim naskahmu sekarang juga! Jangan sampai kehabisan masa promonya.
Guepedia bagi-bagi free book dan free ongkir untuk JABODETABEK hanya berlaku hingga akhir bulan ini. 
So, dont miss it guys!
Salam,
Guepedia

Senin, 21 Maret 2016

Harga Buku Mahal, itu Hanya Alibi

Unknown

Harga Buku Mahal, itu Hanya Alibi
Ada kalanya anda harus break sejenak dari kesibukan anda dan mengetahui sesuatu yang baru-baru ini terjadi di Indonesia. Bangsa kita.
Selain Pasangan ganda campuran Indonesia Debby Susanto dan Praveen Jordan merayakan kemenangan pada final ganda campuran di kejuaraan bulutangkis All England di Barcalycard Arena, Birmingham, pada 13 Maret 2016, Indonesia pun masuk 20 besar negara penerbit buku terbanyak di seluruh dunia. 
Sudah menjadi rahasia umum jika penjualan buku di Indonesia terbilang sedikit. Alasan yang selama ini beredar adalah keluhan perihal mahalnya harga buku sehingga membuat minat baca di Indonesia sangat rendah. Padahal, BUKAN ITU MASALAHNYA.
Pada tahun 2011, UNESCO merilis hasil survei budaya membaca terhadap penduduk di negara-negara ASEAN. Faktanya sungguh membuat kita miris. Budaya membaca Indonesia berada pada peringkat paling rendah dengan nilai 0,001. Artinya, dari sekitar seribu penduduk Indonesia, hanya satu yang masih memiliki budaya membaca tinggi. Indonesia masih terdapat fenomena pengganguran intelektual karena minat membaca masyarakatnya masih dikatakan rendah. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh International Education Achievement (IEA) pada awal tahun 2000 menunjukkan bahwa kualitas membaca anak-anak Indonesia menduduki urutan ke 29 dari 31 negara yang diteliti di Asia, Afrika, Eropa dan Amerika.Dengan demikian tidaklah mengherankan bila Indeks kualitas sumber daya manusia (Human Development Index/HDI) di Indonesia juga rendah. Hal ini sesuai dengan  survei yang dilakukan oleh UNDP pada tahun 2005 bahwa HDI Indonesia menempati peringkat 117 dari 175 negara (Library Perbanas).

Coba kita lihat, kita rela duduk berjam-jam di sebuah kafe setarbak, menikmati kopi yang harganya cukup untuk membeli satu buah kaos, ngobrol ngalur ngidul dengan kerabat, dan itu kita lakukan berkali-kali tanpa merasa rugi sekalipun. Mungkin ada suatu hal yang dipertaruhakan. Tidak lain sebuah “Gengsi” atau kita rela membeli gadget yang harganya mencapai sebuah harga motor baru. Tapi kenapa kita mengeluh akan harga buku yang mahal? Padahal isi dari buku tersebut dapat mengubah cara pandang kita dalam menyikap hidup atau bahkan menambah banyak pengetahuan untuk pembaca itu sendiri. Harga buku pun rata-rata Rp80.000 untuk buku dengan ±250 halaman. 
Jika dibandingkan dengan minat baca buku di Jepang, Perbedaan budaya tersebut yang membedakan Jepang dan Indonesia, budaya membaca orang-orang jepang tidak dipungkiri mampu membawa Jepang menjadi negara yang jauh lebih maju dibanding Indonesia. Tingkat kemajuan membaca masyarakat Indonesia sangat rendah dibanding dengan Negara-negara lainnya,ini dapat dilihat dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia lebih memilih menggunakan waktu luangnya untuk pergi berbelanja ke mall, dan lain sebagainya  dibanding dengan mengisi waktu luang mereka untuk membaca buku di perpustakaan,sedangkan masyarakat Jepang menggunakan waktu luang mereka untuk membaca buku. Masyarakat Jepang tidak hanya membaca buku diperpustakaan tetapi juga mereka terbiasa membaca buku di kendaraan umum,kebiasaan yang sungguh jauh berbeda dengan masyarakat Indonesia.
Tapi lucunya adalah, dengan gaya hidup orang Indonesia yang terbilang mewah, rela nongkrong di tempat-tempat mahal, makan makanan yang harganya selangit tapi dengan porsi yang sedikit, kopi yang rasanya sama saja tapi harganya puluhan kali lipat lebih mahal dari kopi warung. Tapi ketika hendak membeli buku dan melihat label harganya, mereka mengeluarkan argumen “Bukunya mahal.” Harga buku mahal? Itu hanya ALIBI.
Yuk benahi negeri ini dengan membenahi diri kita terlebih dahulu.
Salam Guepedia, Salam Revolusi :)

Coprights @ 2016, Blogger Templates Shared By | Way Templates