Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email
Tampilkan postingan dengan label cara menulis novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cara menulis novel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Agustus 2016

Merdeka, Berinovasi, dan Berkarya

Unknown
Merdeka, Berinovasi, dan Berkarya


Sambil menghitung hari, kita akan sampai di hari peringatan kemerdekaan Indonesia. Yuk, merenung untuk apa yang telah kita lakukan untuk Indonesia 

Selama ini, kita kerap sibuk mengeluh atas keadaan Indonesia yang kerap dipenuhi konflik yang tiada habisnya, tapi pernahkah kita bertanya pada diri sendiri, apakah kita sudah berkontribusi dalam hal positif untuk Indonesia? Apakah kita benar-benar “mencintai” Indonesia?

Seringkali nampak pernyataan seperti “Apakah Indonesia Sudah Merdeka?” jawabannya adalah “SUDAH” Lalu bagaimana dengan konflik-konflik di Indonesia yang membuat masyarakatnya kerap terpecah dan tidak “merdeka”?

Indonesia pada hakikatnya sudah merdeka dalam segi teori, namun Indonesia belum sepenuhnya merdeka dalam mewujudkan cita-cita. Apa saja cita-cita Indonesia? Salah satunya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tidak bisa dipungkiri, Teknologi baru-baru ini semakin berkembang pesat dan mutakhir, akan tetapi orang-orang di Indonesia tidak sedikit yang kurang mampu membagi waktu dalam menggunakan teknologi. Kerap kali kita menemukan “zombie” di tempat umum. Hal-hal seperti ini membuat langka proses komunikasi antar masyarakat.

Teknologi yang semakin  berkembang ini nampaknya sering disalahgunakan oleh beberapa pihak. Seharusnya kita sangat terbantu oleh kemutakhiran teknologi dalam mengeksplor hal-hal positif dalam diri kita. Guepedia, misalnya. Dengan berkembangnya teknologi, Guepedia berinovasi dengan basis penerbitan buku yang sudah dimodernisasi. Maksudnya modern?

Guepedia ingin menjembatani penulis-penulis yang tidak terangkul oleh penerbit konvensional, untuk tetap dapat menerbitkan karyanya.  Proses penerbitannya juga mudah, cukup buat akun di guepedia.com (GRATIS) dan upload naskahnya. Guepedia ini menjadi salah satu contoh untuk memanfaatkan teknologi dengan berinovasi untuk hal-hal positif. Ini fungsi teknologi yang sebenarnya.

Dengan kemudahan menerbitkan buku, maka mudah pula generasi muda untuk mengasah kreatifitas dan membagi ilmunya ke khalayak ramai. Mewujudkan mimpi. Menumbuhkan minat baca di Indonesia. Keren kan?

Jadi, dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, yuk berhenti mengeluh dan mari berkarya bersama Guepedia. Mari berkarya untuk Indonesia.

Senin, 30 Mei 2016

Hari Tanpa Tembakau: Change Your Habit, Save Your Life!

Unknown
Hari Tanpa Tembakau:
Change Your Habit, Save Your Life!

 

Organisasi Kesehatan Dunia mengeluarkan resolusi yang menyerukan 31 Mei akan setiap tahun dikenal sebagai World No Tobacco Day. Acara ini telah diamati setiap tahun sejak tahun 1989.
Tembakau adalah produk dari daun segar dari tanaman Nicotiana. Hal ini digunakan sebagai bantuan dalam upacara spiritual dan obat rekreasi. Ini berasal di Amerika, tetapi diperkenalkan ke Eropa oleh Jean Nicot, duta besar Prancis untuk Portugal pada tahun 1559. Dengan cepat menjadi populer dan tanaman perdagangan penting. Penelitian medis menegaskan selama 1900 bahwa penggunaan tembakau meningkatkan kemungkinan banyak penyakit termasuk serangan jantung, stroke, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), emfisema dan berbagai bentuk kanker. Hal ini berlaku untuk semua cara di mana tembakau yang digunakan, termasuk:

a.       Rokok dan cerutu.
b.      Bidi dan rokok kretek (rokok mengandung tembakau dengan bumbu atau rempah-rempah).
c.       Tembakau kunyah.
d.      Snus (versi lembab tembakau populer di beberapa negara seperti Swedia).
e.       Tembakau Creamy (pasta yang terdiri dari tembakau, minyak cengkeh, gliserin, spearmint, mentol, dan kamper dijual dalam tabung pasta gigi yang populer di India).
f.       Gutkha (versi mengunyah tembakau dicampur dengan pinang, catechu, kapur mati dan bumbu lainnya populer di India dan Asia Tenggara).

Sepanjang tahun lalu, konsumsi rokok dunia mencapai 5,8 triliun batang, 240 miliar batang (4,14 persen) di antaranya dikonsumsi oleh perokok Indonesia. Angka konsumsi rokok ini menempatkan Indonesia sebagai negara pengkonsumsi rokok terbesar ke empat dunia setelah China (2,57 triliun batang), Rusia (321 miliar batang), dan Amerika Serikat (281 miliar batang) (Koran Tempo, 30 September).

Di Indonesia, ada harga yang sangat mahal yang harus dibayar  untuk mengganjar para perokok. Hampir setidaknya 225ribu orang meninggal setiap tahunnya karena kebiasaan merokok secara konsumtif. Tidak hanya itu, 97juta masyarakat Indonesia yang tidak merokok selalu terpapar asap rokok yang sejatinya tak kalah membahayakan dari rokok itu sendiri.

Kita paham bahwa industri rokok  memiliki kontribusi yang sangat banyak  bagi  perekonomian di Indonesia. Kita paham pula bahwa bagi masyarakat Indonesia, mengkonsumsi rokok kretek merupakan tradisi turun temurun yang telah berlangsung lama. Namun demikian, pada saat yang sama, biaya kesehatan yang dikeluarkan untuk berbagai penyakit yang dikaitkan dengan penggunaan tembakau mencapai Rp11 triliun setiap tahun. Mengingat total kerugian yang ditimbulkan sangat besar, sudah semestinya kita menyadari bahwa kerugian yang ditimbulkan akibat rokok lebih besar dari keuntungan yang dihasilkan.

Smoking kills, so why not out?
Change your habit, Save your life
! #HariTanpaTembakauSedunia #WorldNoTobaccoDay


Minggu, 29 Mei 2016

Review Buku Puasanya Orang-Orang Pilihan, Menguak Islam Lebih Dalam

Unknown
Judul: PUASANYA ORANG-ORANG PILIHAN
Harga: Rp 81.400
Hal: 144
Penulis: M. Alcaff



Buku ini bukan hanya menawarkan sudut pandang baru tentang hakikat puasa yang tidak banyak diketahui masyarakat pada umumnya tapi juga memberikan solusi-solusi dan tuntunan-tuntunan praktis demi kesuksesan menjalankan ibadah puasa. Penulis menorehkan banyak informasi dan pengetahuan yang mungkin belum kita tahu dan ternyata sering terjadi di sekitar kita. 

Penulis juga menyajikan informasi tersebut dengan bahasa yang mudah dimengerti, sehingga kita mendapatkan bacaan yang ringan dan dapat membuat puasa kita lebih bermanfaat. Informasi yang diberikan penulis bisa menjadi penyempurna ibadah puasa di bulan ramadan. 

Yuk persiapkan bulan ramadan dengan informasi dan pengetahuan yang menarik.

Untuk pemesanan dapat mengirim format sebagai berikut,
Nama Lengkap:
Alamat lengkap:
Judul dan jumlah buku yang ingin dipesan:
dan kirim ke kontak kami di
no. hp 0812 8760 2508
Belanja di Guepedia, buku-bukunya kece, harganya terjangkau, banyak pilihan, dan anti ribet!
Ayo belanja di GUEPEDIA sekarang jugaa

Rabu, 25 Mei 2016

Review buku MUTIARA HIKMAH PUASA (Guepedia)

Unknown
MUTIARA HIKMAH PUASA




Judul: MUTIARA HIKMAH PUASA
Harga: Rp 65.000
Hal: 92
Penulis: B. Wiwoho

Sinopsis:
Sambut bulan ramdan dengan sukacita. Yuk ketahui lebih banyak lagi tentang hal-hal yang terkait dengan puasa misalkan masalah taubat dan maaf-memaafkan, penentuan kapan mulai puasa dan kapan berlebaran, imsak dan batas sahur, ucapan idul fitri serta berbagai mutiara kehidupan yang tersimpan di dalam hakikat dan hikmah puasa. Penulis B. Wiwoho berhasil mensajikan dengan sederhana dan mudah dipahami. Semoga dengan tulisan-tulisan yang disajikan secara ringan dan pendek-pendek ini, kita dengan mudah memahami serta menghayati hakikat serta hikmah puasa, baik puasa wajib di bulan Ramadan maupun puasa-puasa sunah lainnya.

Dalam buku Mutiara Hikmah Puasa, Wiwoho membahas tentang tradisi yang biasa terjadi pada saat bulan Ramadan, budaya-budaya yang kerap terjadi mewarnai suasana khas yang biasanya hanya terjadi menjelang dan selama bulan Ramadan seperti, budaya taubat dan maaf-maafan sebelum puasa, kebiasaan malas-malasan saat puasa, kapan berhenti sahur, dll. Selain mengupas budaya yang sering terjadi selama bulan Ramadan, Wiwoho juga menjelaskan kiat-kiat dan amalan-amalan untuk memperbaiki diri di bulan Ramadan hingga akhirnya kita dapat mendapatkan hikmah puasa di bulan Ramadan.

Buku ini cocok menjadi teman puasa anda, buku ini agaknya dapat memberikan bacaan yang bernutrisi dan memberikan vitamin bagi rohani kita untuk mempelajari Islam dan budaya yang senantiasa terjadi di sekeliling kita, lebih dekat dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti.

Daripada waktu luang di bulan puasa hanya kita gunakan untuk tidur, buku ini bisa jadi pilihan untuk dibaca, agar puasamu juga jadi lebih bermanfaat, selain mendapat manfaat buku ini pula bisa menjadi sumber pahala selama berpuasa. Menyenangkan bukan?

Yuk pesan bukunya sekarang juga, hanya di Guepedia.

Untuk pemesanan dapat mengirim format sebagai berikut,
Nama Lengkap:
Alamat lengkap:
Judul dan jumlah buku yang ingin dipesan:
dan kirim ke kontak kami no. hp 0812 8760 2508

Selasa, 24 Mei 2016

Review Novel Fallen Saphire (Guepedia)

Unknown
Judul: Fallen Saphire
Penulis: Filipi Phoebe

Hlm: 163
Harga: Rp 86.800



Sinopsis:
Aku tidak pernah memilih untuk dilahirkan
dengan hidup seperti ini.
Jika aku bisa menukarnya, aku rela. Bahkan bila nyawa adalah bayarannya.
Kebohongan, rahasia, misteri menyelimuti semuanya. Antara dusta dan kebenaran hanya setipis kertas.
Tapi jika kau adalah seseorang yang bisa menyelematkan semuanya. Hanya kau satu-satunya orang yang bisa menghentikan semua dusta itu untuk banyak nyawa.
Apakah kau tetap bisa bersikap egois?
Bahkan saat kau bisa melihat dengan keegoisanmu itu, semua orang yang kau cintai mati di hadapanmu?
Masihkah?

Novel Fallen Saphire menceritakan tentang seorang gadis bernama Clare McVeddrick yang menjalani kehidupannya dengan normal, keluarga yang harmonis dan ceria, serta sahabat-sahabat yang selnantiasa mendampinginya di sekolah maupun setelahnya.

Di tengah hidupnya yang berjalan normal sebagaimana mestinya, tiba-tiba ia mengalami kejadian-kejadian aneh sekaligus mengerikan sehingga Clare kehilangan ketenangan dalam menjalani kehidupannya, simulai dari kehadiran sosok nenek misterius yang nyaris membunuhnya dalam mimpi, fenomena benda yang berubah saat ada di genggamannya, hingga kilauan mata Clare yang berwarna biru safir yang dilihat oleh sahabatnya sendiri. Semua terlalu aneh sekaligus menyeramkan yang pernah terjadi dalam kehidupan Clare.

Hingga suatu hari datanglah sebuah pemberian yang mewarnai ulang tahun Clare yang ke 18th, sebuah kalung dengan bandul warisan dari nenek Clare yang ikut berpengaruh dalam kehidupan Clare yang membuatnya menjadi sosok “Yang Terpilih” menjadikannya seperti selalu merasa dikejar sosok misterius yang selalu mencoba membunuhnya.

Dan rentetan kisah lain yang Filipi bawakan dalam novelnya mengundang kita untuk mengetahui apalagi yang akan terjadi pada Clare, kejadian apalagi yang akan dilewati Clare, selain bertahan untuk bertarung dengan rasa takutnya dengan sosok yang selalu mengejar dan berusaha membunuhnya. Clare yang seolah keluar dari kehidupan normalnya dan merasakan pahitnya getir dalam melawan keanehan yang ditemukannya dari hari ke hari.

Yuk cari tahu kisah selanjutnya hanya di novel Fallen Saphire karya Filipi Phoebe yang pastinya seru dan sangan recomended dalam mengisi waktu senggangmu.

So, yuk order novelnya hanya di Guepedia 



Untuk pemesanan dapat mengirim format sebagai berikut,
Nama Lengkap:
Alamat lengkap:
Judul dan jumlah buku yang ingin dipesan:
dan kirim ke kontak kami no. hp 0812 8760 2508

Senin, 23 Mei 2016

Najwa Shihab Angkat Bicara Tentang Pemberangusan Buku Di Tengah Isu Komunisme

Unknown

Najwa Shihab Angkat Bicara Tentang Pemberangusan Buku Di Tengah Isu Komunisme  






Duta Baca Indonesia Najwa Shihab menanggapi soal isu komunisme dan pemberangusan buku. Menurut Najwa atau kerap dipanggil Nana itu, tindakan pemberangusan buku terkait komunisme sangat tidak tepat.

"Saya memahami sensitifitas yang menyelimuti isu komunisme dan peristiwa sejarah yang menyertainya pada tahun 1948 dan 1965. Tapi menyikapi isu ini dengan pemberangusan buku adalah tindakan yang tidak tepat. Negara pun lewat keputusan Mahkamah Konstitusi tahun 2010 juga sudah jelas mencabut kewenangan Kejaksaan Agung untuk melakukan pelarangan buku tanpa izin pengadilan," ucap Nana di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (17/5/2016).

Nana mengaku tidak sependapat tentang hal tersebut karena hal ini dinilai tidak sejalan dengan demokrasi dan menghargai perbedaan.

"Tindakan ini bukan hanya keliru secara prinsip tapi secara praktik juga sia-sia. Secara prinsipil tidak sejalan dengan demokrasi yang menghargai perbedaan, kebebasan berpendapat dan menjauhkan kita dari amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Melarang membaca buku sama saja dengan menghalangi upaya mencari, mengolah, dan menyikapi informasi dan pengetahuan secara bebas dan kritis," jelasnya.

Apalagi, zaman sekarang teknologi semakin maju. Orang bisa saja mencari informasi melalui internet. Segalanya jadi lebih mudah dalam mencari informasi.

"Hal itu juga sebuah kesia-siaan karena di zaman internet tiap orang bisa mencari informasi dan mempelajari pengetahuan apa pun yang diinginkannya," kata Nana.

Nana juga mengatakan bahwa minat baca masyarakat Indonesia masih rendah. Apabila ada pelarangan buku tentu malah semakin menjadikan bangsa Indonesia semakin mundur. Banyak buku yang beredar saja kesadaran masyarakat atas pentingnya budaya membaca masih rendah, apalagi jika buku diberanguskan? Maka tingkat baca buku di Indonesia semakin merosot.

"Pelarangan buku adalah kemubaziran akut. Di tengah rendahnya minat baca, pelarangan buku adalah kemunduran luar biasa. Indonesia bisa semakin tertinggal dari bangsa-bangsa lain yang selalu terbuka kepada ide-ide baru dan pengetahuan-pengetahuan baru," pungkas Nana.

Selasa, 17 Mei 2016

Tips Membuat Judul yang Menarik | Cara Menerbitkan Buku

Unknown
Tips Membuat Judul yang Menarik


http://www.bookicious.com/img/bk.jpg

Ada beberapa hal yang akan menyita perhatian kamu saat pertama kali sampai di toko buku. Pertama adalah, ilustrasi pada cover/sampul buku yang berjejer di rak buku. Hal itu jadi hal pertama yang mencuri perhatian kita. Kedua adalah judul buku. Ini adalah hal yang paling penting dan paling menentukan tertariknya seseorang untuk mengetahui isi buku tersebut lebih lanjut sebelum akhirnya kita membaca sinopsis yang tertera di cover belakang pada buku. Itulah mengapa, judul merupakan sebuah elemen yang paling penting yang harus dirancang secara matang oleh penulisnya agar dapat mengundang hasrat keingintahuan pembaca hanya dengan membaca judul buku.

Terus, gimana sih cara bikin judul yang seperti itu? .Simak langkah-langkah singkat-namun-butuh-latihan di bawah ini. Sebagai contoh nih, ada naskah cerita dengan summary sebagai berikut yang akan kita tentukan judulnya:

     Amelie adalah seorang editor novel di sebuah perusahan penerbitan, pada suatu hari seorang novelis bernama Erby datang memberikan sebuah naskah novel yang harus ia edit.

Malam harinya ketika ia mengedit, dan terhanyut dalam cerita, yakni kisah seorang tokoh bernama Emely yang hidup di menara menara dan kini tengah kabur dari menaranya. Di perjalanan saat Emely mengunjungi Sheirre Wood, yakni sebuah pemukiman berisi orang-orang yang bertubuh pendek, ia tidak terlalu mendapatkan penerimaan yang baik di tempat itu sehingga ia pindah ke kota kecil dan bertemu dengan seorang pria yang membuatnya jatuh cinta.

Namun ketika ia berada jauh dari menaranya, ia pun menjadi mengetahui kisah kelam asmara Ibundanya dan membuatnya sedih serta kecewa. Ia pun berniat tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama seperti yang dilakukan oleh ibunya. Dan hal itulah yang membuat dia menjauhi pria yang ia cintai. Baru setengah mengedit, Amelie sudah tertidur dan saat ia terbangun ia menemukan burung kecil bernama Chacky yang hidup di novel itu. Saat ia kembali ke kantornya dan bertemu Erby, ia pun meminta Erby untuk mengembalikan makhluk itu ke dunianya, namun hal itu membuat ia dan Erby pergi ke dunia dalam novel yakni Sheirre Wood.

Ia pun mengalami kejadian yang harusnya dialami oleh Emely, dan setelah mengalami berbagai kejadian akhirnya Amelie dan Erby berhasil pulang ke dunia nyata. Amelie telah mengikhlaskan perpisahaanya dengan seorang pria yang disukai oleh Emely, tapi takdir mempertemukan Amelie dengan pria itu di dunia nyata

Step 1:  Buat ringkasan cerita–atau selesaikan dulu cerita yang dibuat
Dalam membuat judul, setidaknya kita harus memiliki ringkasan cerita yang kita buat, atau kita telah menyelesaikan naskah yang kita buat agar kita tahu bagaimana jalan cerita dari awal hingga akhir. Setelah membuat summary dari cerita, kita dapat menarik benang merah yang terdapat dalam naskah tersebut.

Step 2: Perhatikan genre cerita

Beda genre, beda jenis fiksi, maka beda pula judul ceritanya. Bahkan dari judulnya saja, seringkali kita dapat menentukan cerita tersebut masuk ke dalam kategori apa. Lihat contoh berikut ya:
“Baby Boy”
“Wanita dari Masa Lampau”
“Negeri 5 Menara”
“Pulang ke Hatimu”

Step 3: Tentukan intisari cerita
Apa hal utama yang ingin kamu sampaikan dalam cerita? Apa saja momen, benda, kejadian unik yang menonjol dalam ceritamu? Setelah kita menuliskan semua satu per satu, proses penentuan judul jadi lebih mudah.

Step 4: Buat beberapa calon judul dalam nuansa berbeda
Dari summary kisah Amelie di atas, yuk kita bikin beberapa kandidat judulnya:
“Amelie di Negeri Dongeng” –> mewakili hari-hari Amalie yang tak terduga dalam pekerjaannya
“Kisah Negeri Sheirre Wood” –> mewakili negeri yang dibangun Erby pada bukunya yang mengundang mereka berdua untuk masuk ke dalamnya
 “Sheirre Wood” –> mewakili hubungan Andjani dan Ammar yang memiliki kepribadian bertolak belakang

Langkah 5: Akhirnya, pilih satu!
Tidak ada yang salah dalam judul yang telah kita buat, semua adalah judul yang sudah kita tarik benang merah dari cerita yang kita buat. Dan setiap judul tersebut telah dipilih dengan perhitungan yang mantap dan tepat, dan judul tersebut siap untuk mengundang para pembaca untuk membawa judul bukumu ke kasir dan membacanya sesampai di rumah.

Pada proses pembuatan judul tersebut juga dibutuhkan banyak latihan agar kita sebagai penulis jadi lebih luwes dalam menentukan judul yang menarik. Intinya, dengan sering berlatih, kepekaan dan kejelian kita dalam menentukan kata dan mood yang sesuai dengan cerita pun kian terasah.

Nah, menurutmu judul mana yang paling cocok untuk cerita Amelie?
 Atau kamu punya kandidat judul lain?

Senin, 16 Mei 2016

Selamat Hari Buku Nasional, Sudah Baca Buku Apa Hari Ini?

Unknown
Selamat Hari Buku Nasional,
Sudah Baca Buku Apa Hari Ini?



“Buku Adalah Jendela Dunia”
Kalimat itu mungkin sudah tidak asing bagi kita. Akan tetapi kalimat tersebut justru sepertinya sering disepelekan oleh generasi muda masa kini. Pasalnya, minat baca yang masih rendah di Indonesia membuat para masyarakat mengalami kekurangan asupan bacaan dikarenakan teralihnya perhatian mereka pada dunia global yang makin hari makin modern dan menawarkan inovasi-inovasi terbaru. Sehingga masyarakat lebih memilih menikmati dunia modern ini dengan gadget ketimbang membaca buku bacaan yang dapat membawanya menjelajahi dunia.

Pada tahun 2011, UNESCO merilis hasil survei budaya membaca terhadap penduduk di negara-negara ASEAN. Faktanya sungguh membuat kita miris. Budaya membaca Indonesia berada pada peringkat paling rendah dengan nilai 0,001. Artinya, dari sekitar seribu penduduk Indonesia, hanya satu yang masih memiliki budaya membaca tinggi. Indonesia masih terdapat fenomena pengganguran intelektual karena minat membaca masyarakatnya masih dikatakan rendah. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh International Education Achievement (IEA) pada awal tahun 2000 menunjukkan bahwa kualitas membaca anak-anak Indonesia menduduki urutan ke 29 dari 31 negara yang diteliti di Asia, Afrika, Eropa dan Amerika.Dengan demikian tidaklah mengherankan bila Indeks kualitas sumber daya manusia (Human Development Index/HDI) di Indonesia juga rendah. Hal ini sesuai dengan  survei yang dilakukan oleh UNDP pada tahun 2005 bahwa HDI Indonesia menempati peringkat 117 dari 175 negara (Library Perbanas).

Coba kita lihat, kita rela duduk berjam-jam di sebuah kafe setarbak, menikmati kopi yang harganya cukup untuk membeli satu buah kaos, ngobrol ngalur ngidul dengan kerabat, dan itu kita lakukan berkali-kali tanpa merasa rugi sekalipun. Mungkin ada suatu hal yang dipertaruhakan. Tidak lain sebuah “Gengsi” atau kita rela membeli gadget yang harganya mencapai sebuah harga motor baru. Tapi kenapa kita mengeluh akan harga buku yang mahal? Padahal isi dari buku tersebut dapat mengubah cara pandang kita dalam menyikapi hidup atau bahkan menambah banyak pengetahuan untuk pembaca itu sendiri. Harga buku pun rata-rata Rp80.000 untuk buku dengan ±250 halaman. 

Jika dibandingkan dengan minat baca buku di Jepang, Perbedaan budaya tersebut yang membedakan Jepang dan Indonesia, budaya membaca orang-orang jepang tidak dipungkiri mampu membawa Jepang menjadi negara yang jauh lebih maju dibanding Indonesia. Tingkat kemajuan membaca masyarakat Indonesia sangat rendah dibanding dengan Negara-negara lainnya,ini dapat dilihat dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia lebih memilih menggunakan waktu luangnya untuk pergi berbelanja ke mall, dan lain sebagainya  dibanding dengan mengisi waktu luang mereka untuk membaca buku di perpustakaan,sedangkan masyarakat Jepang menggunakan waktu luang mereka untuk membaca buku. Masyarakat Jepang tidak hanya membaca buku diperpustakaan tetapi juga mereka terbiasa membaca buku di kendaraan umum,kebiasaan yang sungguh jauh berbeda dengan masyarakat Indonesia.

Tapi lucunya adalah, dengan gaya hidup orang Indonesia yang terbilang mewah, rela nongkrong di tempat-tempat mahal, makan makanan yang harganya selangit tapi dengan porsi yang sedikit, kopi yang rasanya sama saja tapi harganya puluhan kali lipat lebih mahal dari kopi warung. Tapi ketika hendak membeli buku dan melihat label harganya, mereka mengeluarkan argumen “Bukunya mahal.” Harga buku mahal? Itu hanya ALIBI.

Hal-hal besar dapat terjadi karena hal-hal kecil. Sesepele membaca buku, kendati dapat mengubah kehidupan, minimal kehidupan kita sendiri. Stop mengkambinghitamkan harga buku. Yuk mulai harimu dengan membaca buku.

Jadi, Sudah Baca Buku Apa Hari Ini?

Minggu, 15 Mei 2016

Membaca Melalui Gadget atau Buku?

Unknown


Membaca Melalui Gadget atau Buku? 



Pada era yang modern ini, gadget sudah menjadi hal yang sangat lumrah di sekitar kita. Berkembangnya teknologi yang semakin pesat, hal ini berpengaruh pada kegiatan membaca atau belajar. Perkembangan teknologi menawarkan kemudahan-kemudahan bagi para penggunanya, termasuk dalam kegiatan membaca. Membaca informasi melalui layar digital (gadget) dirasa lebih praktis. Tapi, cara membaca seperti itu juga punya pengaruh terhadap informasi yang diserap otak.

Studi yang dilakukan peneliti di Carnegie Mellon School of Computer Science mengungkapkan bahwa ada perbedaan dalam menyerap informasi dari teks yang dibaca di kertas atau layar digital. Dalam studi yang dilakukan, orang-orang yang membaca di layar komputer bisa memahami lebih baik suatu detail dari sebuah informasi. Akan tetapi, kemampuan untuk menyerap informasi dengan konsep abstrak ini tidak terlalu baik, karena salah satu peneliti, Geoff Kauffman, misalnya pada pelajaran sejarah, membaca di layar digital (gadget) membuat seseorang lebih mudah mengingat tahun kejadian peristiwa atau nama tokoh. Tapi, mereka tidak terlalu bisa mengingat bagaimana suatu peristiwa itu terjadi.

Sedangkan, latar belakang suatu peristiwa atau gambaran lebih lengkap sesuatu jauh lebih mudah dilakukan oleh orang yang membaca di kertas. Peneliti lain, Mary Flanagan yang juga profesor humaniora digital di Dartmouth mengatakan smartphone menjadi perangkat yang baik jika seseorang hendak mencari info yang cepat berupa fakta konkret seperti nama seseorang atau nama tempat. Tapi untuk mengingat konsep yang lebih besar, kertas menjadi medium yang lebih baik.

Namun dalam perbedaan media baca yang telah berkembang seperti sekarang ini, pastinya sebagian orang yang gemar membaca punya zona nyamannya masing-masing. Terkadang, feel yang didapatkan saat membaca informasi atau novel melalui gadget tidak sama dengan sensasi saat membaca melalui buku fisik. Pada saat membaca melalui gadget, alat baca ebook mengeluarkan cahaya yang cukup terang sehingga membuat mata menjadi mudah lelah. Sedangkan saat membaca buku cetak justru membutuhkan cahaya yang cukup agar nyaman membacanya, bila cahayanya kurang pun mata akan cepat lelah.

Jadi, dalam kedua cara membaca dengan media yang berbeda tersebut memang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pada dasarnya, membaca dengan media buku maupun gadget merupakan sebuah kegiatan yang positif yang dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita. Apalagi kini ada Guepedia, penerbit sekaligus toko buku online yang menyediakan banyak koleksi novel yang pastinya seru untuk nemenin keseharian kamu. Dengan Guepedia, menawarkan kemudahan untuk kamu membeli buku tanpa perlu repot-repot ke toko buku. 

So, kamu lebih suka cara yang mana? Apapun cara bacanya, belanja bukunya tetap di Guepedia yaaaa 

Kamis, 12 Mei 2016

Review Novel: Cinta Itu Bertahan (GUEPEDIA)

Unknown




Novel Cinta Itu Bertahan menceritakan kisah perjalanan anak remaja yang baru mengenal cinta. Akan tetapi, pada cinta pertamanya, ia ditikam pada sebuah kenyataan yang melukainya. Di mana ia untuk kali pertama merasakan apa itu kehilangan yang begitu menyiksa.

Cinta Itu Bertahan, menceritakan bagaimana seorang remaja bernama Patricia berusaha survive dan enggan move on dari cinta pertamanya. Ia memilih menikmati masa remajanya dengan mengenang, mencintai seseorang yang tak lagi bisa dicintai. Hingga suatu ketika, pertemuan dengan Aska seolah mengubah paradigma yang ia jaga.

Kau mencintainya. Dan tiada yang salah dengan apapun jenis cinta. Tak ada satu pun perempuan/lelaki di dunia ini yang sengaja jatuh cinta dengan orang yang salah.
Teruslah mencintai. Dengan begitu kau akan paham alasan mengapa kau mulai mencinta seseorang
Teruslah merindu. Dengan begitu kau akan sadar apa yang kau nanti dari seseorang yang kau tunggu.

Karena Cinta Itu, Bertahan..

Yuk baca kisah selengkapnya di novel Cinta Itu Bertahan, karya Adysti Oktavira Adytia Putri hanya di Guepedia.
Untuk pemesanan dapat mengirim format sebagai berikut,
Nama Lengkap:
Alamat lengkap:
Judul dan jumlah buku yang ingin dipesan:
dan kirim ke kontak kami no. hp 0812 8760 2508

Belanja di Guepedia, buku-bukunya kece, harganya terjangkau, banyak pilihan, dan anti ribet!

Coprights @ 2016, Blogger Templates Shared By | Way Templates